Copyright © Jejak Obeng
Design by Dzignine
Kamis, 29 September 2011

Apresiasi Puisi


Apresiasi Puisi
By Amelia Santi
Sahabat….
Dimanakah engkau sekarang?
Aku disini merindukan mu
Berharap engkau datang
Sahabat….
Ingatkah 
saat kita bersama
Menghabiskan masa duka dan bahagia
Dan 
tahukah engkau kini ku sendiri di sini
Tiada kawan yang menemani
Hanya ada deburan ombak dan karang yang bisu
Sahabat….
Disinalah kita dulu berjumpa
Disinilah kita tertawa, menangis, dan berteiak
Dan disinilah kita berpisah
Kawan lama ku telah pergi
Kawan baru ku datang kembali
Berbuat dosa bersamaku
Meski aku tak mau
Apa daya ku?
Hanya setumpuk kartu
Tugasku tuk diam membisu
Selama kawan-kawanku
Berbagi dengan ku
Bertumpuk dosa dari jalannya waktu


1.      Judul :
Rinduku pada sahabat
2.      Pengarang :
Amelia Santi
3.      Tema :
Kerinduan seseorang kepada sahabat lamanya yang banyak mereka lewati  cerita suka dan duka tetapi entah berada dimana dan menanti kedatangannya berhadap dapat berjumpa kembali.
4.      Diksi :
Kata Kongkret
Kata Simbol
Tertawa, menangis,berteriak, duka, bahagia
Ombak, karang, kartu
5.      Majas :
No
Majas
Kalimat
1.
Personifikasi
Hanya ada deburan ombak dan kerang yang bisu
2.
Asindeton
Disinilah kita tertawa, menangis dan berteriak
3.
Paralelisme
Ingatkah saat kita bersama, dan taukah engkau kini ku sendiri di sini.
4.
Anafora
Kawan
6.      Rima awal :
Dimana
7.      Imajinasi :
Sedih, rindu, berharap
8.      Amanat :
Apabila kita memiliki sahabat dekat sebaiknya kita seharusnya memberi kabar agar komunikasi tidak terputus.
9.      Tipografi:
Rata kiri,satu bait
10.  Paraprase:
Sehabatku dimana engkau berada sekarang? Aku disini selalu merindukanmu. Berharap engkau bisa datang. Sahabatku, ingatkah saat dulu kita bersama, menghabiskan masa duka dan bahagia. Dan taukah engkau kini ku sendiri disini.tiada kawan yang menemani aku. Hanya ada deburan ombak dan karang yang bisu. Sahabatku, disinilah tempat dulu kita selalu berjumpa. Disinilah kita selalu tertawa, menangis, dan berteriak tiada henti dan disinilah saat kita berpisah. Kawan lama ku telah pergi entah kemana. Kini lawan baruku telah datang kembali dan berbuat dosa bersamaku. Meski aku tidak mau tetapi apa dayaku? Hanya ada setumpuk kartu, tugasku untuk diam membisu selama ada kawan kawanku untuk berbagi denganku bertumpuk dosa dari jalannya waktu

0 komentar:

Posting Komentar