Copyright © Jejak Obeng
Design by Dzignine
Jumat, 23 September 2011

MENGAPA MESTI BERDO'A ?

 
Sebuah hadis yang populer menyebutkan : "Doa itu adalah senjata orang beriman." Sebagaimana kita ketahui, Allah berkenan untuk memberikan ujian kepada orang-orang yang mengaku beriman. Agar jelas siapa saja yang memiliki keimanan sejati, dan siapa saja yang imannya sekadar pengakuan di mulut. Ujian ini bermacam-macam, bisa berupa ketakutan, kelaparan, krisis pangan, krisis ekonomi, gangguan dari orang kafir, dan sebagainya.

Macam-macam ujian itu sebenarnya adalah musuh yang harus kita hadapi. Segala hal yang menimbulkan ketakutan, kecemasan, kekhawatiran ... segala sesuatu yang mengganggu hidup kita, itu semua musuh yang harus kita lawan. Dan Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa, telah menyediakan senjata untuk kita gunakan. Senjata itu adalah DOA.

Namun sayangnya, tak sedikit di antara kita yang bingung dan gugup dalam menggunakan senjata yang telah Allah sediakan. Bahkan sangat banyak di antara kita yang tidak tahu cara menggunakan senjata tersebut, sehingga justru dirinya yang terluka, sementara musuh yang mesti dilawan tak mengalami suatu cacat apapun.

Sedihnya lagi, karena kesalahan dalam menggunakan senjata, justru Allah yang dihujat. "Sudah lama saya berdoa, kenapa tidak Allah kabulkan? Sudah lama saya meratap & merintih, kenapa tidak juga Allah berikan yang saya minta?" Dsb, dsb.

Itulah gambaran ironis. Kita yang salah dalam menggunakan senjata, kita yang salah dalam berdoa, kenapa Allah yang dihujat ?

Singkat kata, jika ada di antara kita yang merasa telah banyak berdoa namun belum juga dikabulkan, sebaiknya kita introspeksi diri sebelum kita menghujat Allah. Mungkin kita berdoa sekadar formalitas belaka, mungkin kita berdoa dengan kata-kata yang dihafal dan melesat secepat kilat. Mungkin juga kita berdoa dengan cara yang tidak disukai-Nya.

Maka... renungkanlah setiap doa yang akan kita sampaikan. Ingatlah musuh-musuh yang mesti kita hadapi sebelum kita gunakan doa sebagai senjata. Konsentrasi penuh sebelum berdoa, lalu mulailah dengan memuji Allah, Tuhan semesta alam. Sampaikan sholawat kepada Nabi Muhammad dan Keluarga Muhammad, lalu berdoalah dengan suara lembut dan penuh penghayatan akan makna doa, bukan dengan kata-kata kosong. 

Ada satu resep dari seorang teman dalam berdoa: "Saat kita berdoa, marilah kita mempersembahkan sesuatu yang tidak Allah miliki. Yaitu kerendahan dan kehinaan diri." Maka rendahkan dan hinakan diri kita saat berdoa di hadapan Allah Yang Mahaagung

0 komentar:

Posting Komentar