Copyright © Jejak Obeng
Design by Dzignine
Kamis, 29 September 2011

Sikap Positif Terhadap Pancasila Sebagai Idiologi Terbuka


Sikap positif warga Negara terhadap nilai-nilai Pancasila terlihat dalam sejarah perjuangan bangsa dan Negara Republik Indonesia. Sejak Proklamasi 17 Agustus 1945 telah terbukti bahwa Pancasila yang merupakan ideologi, pandangan hidup bangsa, dan dasar Negara Kesatuan RI benar-benar sesuai dengan kepribadian bangsa dan jiwa bangsa Indonesia serta merupakan sarana untuk mengatasi dan memecahkan masalah yang dihadapi oleh bangsa dan Negara Indonesia guna menjawab tantangan zaman.
Pertama, Pancasila hanya akan berkembang kalau segenap komponen masyarakat bersedia bersikap proaktif, terus-menerus melakukan reinterpretasi (penafsiran ulang) terhadap Pancasila dalam suasana dialog kritis –konstruktif. Bila masyarakat bersikap pasif, Pancasila akan makin kehilangan relevansinya. Atau, bisa pula Pancasila berubah menjadi ideology tertutup, karena penafsirannya didominasi oleh penguasa atau kelompok masyarakat tertentu.
Kedua, karena terbuka untuk ditafsirkan oleh siapa saja, bias terjadi Pancasila semata-mata ditafsirkan sesuai dengan kepentingan si penafsir.
Sikap positif itu terutama adalah kesediaan segenap komponen masyarakat untuk aktif mengungkapkan pemahamannya mengenai Pancasila.
Sikap positif lain adalah kesediaan segenap komponen bangsa menjadikan nilai-nilai Pancasila makin tampak nyata dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara sehari-hari.
Sikap positif yang paling dibutuhkan untuk menjadikan Pancasila sebagai ideology terbuka yang berwibawa adalah terus – menerus secara konsisten berjuang memperkecil kesenjangan antara ideal-ideal Pancasila dengan kenyataan kehidupan berbangsa sehari-hari.
Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara menggunakan berbagai jalur dan penciptaan suasana yang menunjang, perlu dimasyarakatkan dan dibudayakan dengan cara antara lain sebagai berikut.
1.      Contoh Sikap dan Perilaku Positif yang Sesuai dengan Nilai – Nilai Pancasila
Sebagai warga negara yang baik, kita dituntut untuk selalu menghayati dan selanjutnya mengamalkan nilai – nilai Pancasila dalam kehidupan sehari – hari. Di bawah ini adalah contoh – contoh sikap positif yang sesuai dengan nilai – nilai tiap sila dari pancasila.
a.      Contoh sikap dan perilaku sesuai dengan sila pertama
1)      Percaya dan takwa terhadap Tuhan YME.
2)      Menjalankan perintah dan menjauhi larangan sesuai dengan ajaran agama masing-masing.
3)      Saling hormat menghormati antara umat beragama
4)      Kerjasama dan toleransi antar umat beragama.
5)      Menjaga kerukunan antar umat beragama.
6)      Tidak memaksakan agama kepada orang lain.
b.      Contoh sikap dan perilaku sesuai dengan sila kedua
1)      Tidak membeda – bedakan suku dan keturunan dalam pergaulan.
2)      Tidak membeda – bedakan manusia berdasarkan agama.
3)      Tidak membeda – bedakan manusia berdasarkan tingkat sosial ekonomi.
4)      Tidak melakukan diskriminatif.
5)      Menjauhi sikap politik apartheid.
6)      Menjungjung tinggi nilai – nilai kemanusiaan.
7)      Membela kebenaran dan keadilan.
8)      Membantu korban bencana alam.
9)      Menyadari bahwa kita diciptakan oleh Tuhan mempunyai derajat dan martabat yang sama.
10)  Kesadaran bahwa setiap warganegara memounyai hak dan kewajiban yang sama.
c.       Contoh sikap dan perilaku yang sesuai dengan sila ketiga
1)      Mencintai tanah air dan bangsa.
2)      Merasa bangga terhadap tanah air Indonesia.
3)      Mejaga nama baik bangsa dan negara.
4)      Tidak membangga – banggakan bangsa sendiri dan merendahkan bangsa lain.
5)      Memajukan pergaulan untuk kepentingan persatuan bangsa.
6)      Turut serta menciptakan ketertiban duniaberdasarkan keadilan sosial.
7)      Merasa bangga sebagai bangsa Indonesia.
8)      Menjunjung persatuan dan kesatuan di atas segalanya.
9)      Rela berkorban untuk negara dan bangsa.
10)  Mencantumkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi dan golongan.
d.      Contoh sikap dan perilaku yang sesuai dengan sila keempat
1)      Mengakui bahwa setiap warga ngara mempunyai kedudukan yang sama,
2)      Ikut berperan serta dalam pemerintahan.
3)      Ikut serta dalam pelilihan umun.
4)      Sesalu mengedepankan musyawarah untuk mencapai mufakat dalam menyelesaikan masalah bersama.
5)      Melaksanakan dan menjunjung tinggi hasil musyawarah.
6)      Tidak melaksanakan kehendak orang lian.
7)      Selalu menggunakan akal sehat dalam setiap musayawarah.
8)      Mengutamakan kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara.
9)      Menghormati dan menjunjung tinggi hasil musyawarah.
10)  Selalau menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia dalam musyawarah.
e.       Contoh sikap dan perilaku sesuai dengan sila kelima
1)      Tidak menggunakan hak milik kita untuk memeras orang lain.
2)      Berlaku hemat dalam kehidupan sehari – hari.
3)      Suka bekerja keras.
4)      Menhargai hasil karya orang lain.
5)      Selalu berusaha terus untuk mencapai kemajuan.
6)      Secara aktif ikut serta mewujudkan keadilan sosial.
7)      Selalu mengusahakan kesejahteraan bersama.
8)      Berusaha menolong orang lain sesuai kemampuan kita.
9)      Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
10)  Menjungjung tinggu nilai – nilai kekeluargaan/
2.      Mengembangkan Nilai – Nilai Pancasila
Dengan diterimanya pancasila sebagai ideologiterbuka maka mengandung konsekuensi, baik pada nilai dasarnya atau nilai instrumental serta prektis pada penyelenggaraan negara. Berkaitan dengan hal tersebut, maka kita harus melakukan hal – hal berikut.
a.       Pendalaman nilai – nilai Pancasila.
b.      Pengembangan wawasan, doktrin, kebijakan, strategi , dan hukum nasional.
c.       Pengembangan sistem hukum nasional yang taat asas.
d.      Mempersiapkan dan membangun kebiasaan masyarakat untuk setia kepadanilai moraldan hukum.
e.       Mengembangkan perspsi sikap dan tingkah laku kita yang wajar dan sehat terhadap pancasila sebagai ideologi terbuka

0 komentar:

Poskan Komentar